Life
26/7/2016

Apakah Kamu Sudah Bahagia Dengan Tempat Kamu Bekerja ?

Apakah Kamu Sudah Bahagia Dengan Tempat Kamu Bekerja ?

By: Onic Metheany
Photo: HBRH/Shutterstock/Click Photos , g-stockstudio/Shutterstock/Click Photos, Kaspars Grinvalds/Shutterstock/Click Photos, wavebreakmedia/Shutterstock/Click Photos

Pertanyaan ini rasanya sangat penting diajukan pada diri kamu sendiri. Ya, apakah kamu sudah merasa bahagia berada di tempat kamu bekerja saat ini? Bahagia itu penting banget lho dalam bekerja karena rasa senang berada di tempat kamu bekerja akan meningkatkan kepercayaan diri dalam melakukan pekerjaan. Namun, tak bisa dipungkiri kalau nyatanya, nggak semua orang punya kepercayaan diri di tempat mereka bekerja sehingga menurunkan produktivitas dan membuat mereka merasa nggak puas dalam bekerja.

JobStreet.com Indonesia baru-baru ini melakukan survei pada periode Juni ke Juli 2016 kepada 27.000 responden mengenai motivasi kebahagiaan di tempat bekerja. Hasilnya adalah33,4% responden yang merupakan Generasi Y dengan rentang usia 22-26 tahun dan pengalaman bekerja 1 – 4 tahun menyatakan bahwa mereka tidak bahagia di tempat kerja (You are one of them? ).

Menurut para responden,  tiga faktor utama yang bikin mereka nggak bahagia adalah kesempatan pengembangan karier yang terbatas, jumlah insentif yang kurang menggiurkan serta gaya kepimimpinan manajemen yang kaku. Hal yang cukup mencengangkan dari hasil survei ini ialah Generasi Y tidak memiliki kesempatan untuk mengembangkan karier di tempat bekerja sehingga terbentuk ketidakpuasan di tempat bekerja. Sebanyak 6,000 responden merasa bahwa pekerjaan yang dilakukan memiliki variasi pekerjaan yang tidak memperkaya pengalaman bekerja. Sejumlah 3,700 responden yang menyatakan dirinya bekerja sebagai administrasi serta akuntansi yang berjumlah 1,800 responden menyatakan ketidakpuasan akan hal ini.

Hal yang juga jadi perhatian adalah para responden masih merasa sulit untuk meningkatkan keahliannya karena kurangnya perhatian manajemen terhadap perkembangan karyawan di perusahaan tersebut. Faktor lainnya adalah permasalahan insentif yang diberikan oleh perusahaan tidak cukup untuk membahagiakan para Generasi Y. Ya, seperti kita ketahui insentif dapat berupa gaji pokok, bonus, kesehatan, transportasi serta komunikasi. Sayangnya, sebanyak 6,200 responden merasa bahwa bonus yang diberikan perusahaan tidaklah sepadan dengan prestasi yang dimiliki karyawan. Pastinya mereka mengharapkan jumlah yang diberikan dapat lebih besar. Last but not least, faktor  gaya kepemimpinan otoritarianisme. Melihat faktor yang satu ini, CG! langsung mikir, jaman sekarang ternyata masih ada pemimpin yang bergaya otoriter. Shocking!

Tapi ini nyata lho, karena terbukti sebanyak 5,500 responden menyatakan kalau atasan mereka nggak memberikan kepercayaan serta jarang mendelegasikan pekerjaan. Dengan begitu, para Generasi Y harus menunggu agar pekerjaan diberikan sehingga memberikan dampak pada rendahnya rasa bangga terhadap pekerjaan yang dilakukan.

Survei lainnya adalah ketika JobStreet.com bertanya, bagaimana cara meningkatkan kebahagiaan dan motivasi untuk bekerja. The answer is.....Naikkan jumlah gaji! Hal ini diungkapkan oleh 5,500 responden, mereka merasa bahwa tunjangan finansial menjadi faktor utama para pekerja Generasi Y untuk merasa bahagia di tempat bekerja. Akan tetapi, apabila perusahaan tidak dapat membenahi kesejahtraan pekerjanya dengan menciptakan gaya kepimpinan yang mampu memberikan kepercayaannya kepada pekerjanya maka ketidakbahagiaan akan sulit diciptakan di tempat bekerja.

 

 


Tagging : work life

p { margin-bottom: 0.1in; line-height: 120%; } Bagi kita yang menjalani ibadah puasa, rasa lapar dan haus tentu menjadi hal biasa. Nggak makan…

2017-06-12

Arzia Nuari

Bulan Ramadhan memang saat yang paling tepat untuk kita berbagi, seperti yang dilakukan oleh penyanyi Vidi Aldiano bersama Puyo Silky Desserts dalam sebuah…

2017-06-09

Mariana Ester

Yes to coding! Selama ini, bidang sains dan teknologi dikenal sebagai bidang yang sangat male-centric (let’s be real). Faktanya, perempuan hanya mencakup dua…

2017-06-09

Jessica Rachel